DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I: PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang Masalah................................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah......................................................................................... 2
C.
Tujuan Makalah............................................................................................. 3
BAB II: PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Sumber Tertentu................................... 3
1.
Pengertian Pengadaan Bahan Perpustakaan........................................... 3
2.
Bahan Pustaka......................................................................................... 3
B.
Metode Dalam Pengadaan Bahan Pustaka................................................... 6
C.
Sumber-sumber Pengadaan........................................................................... 6
BAB III: PENUTUP................................................................................................ 9
A.
KESIMPULAN............................................................................................ 9
B. SARAN........................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Sumber Tertentu. Sebagai
Bahan yang Berguna untuk
menambah wawasan keilmuan, meskipun banyak kekurangan didalamnya.
penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun
demi perbaikan di masa depan.
Medan, 8 Oktober 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi
yang semakin meningkat, kebutuhan pengguna akan informasi juga semakin
meningkat pula, Teknologi Informasi sekarang telah menguasai masyarakat, yang
dulu hanya mengandalkan buku-buku bacaan sekarang telah berkembang, para
pencari informasi tidak hanya duduk dengan membaca beberapa buku namun hanya
dengan bemodalkan teknologi laptop seseorang bisa menulusuri jagad raya dengan
berbagai macam media yang telah dikemas dengan dalih perkembangan jaman
teknologi informasi semua mudah dan gampang di akses. Sekarang di dunia maya (
intenet ) dari informasi terkecil sampai terbesarpun bisa kita cari, dulu buku
hanya di cetak di penerbit-penerbit sekarang telah banyak buku-buku di desain,
di upload di internet jadilah yang namanya e-book.
Perkembangan itu seharusnya menjadi
acuan para pustakawan yang berkecipung di dunia perpustakaan untuk disikapi
dengan sikap yang positif, jangan kita mundur untuk selalu memajukan
perpustakaan, jadikan perpustakaan itu menjadi tempat basisnya informasi yang
mudah dan gampang dicari oleh pengguna, untuk itu perlu disiasati agar
perpustakaan tidak ditinggalkan pengguna yakni dimulai dengan suatu
pengembangan/pengadaan koleksi yang benar-benar update.
Perpustakaan sebagaimana yang ada
dan berkembang di pergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu
pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa serta
sebagai tempat informasi jasa lain. Perpustakaan juga merupakan akar berpijak
sekarang untuk kemudian melangkah ke masa depan
( Sutarno N. S, 2003:1 ).
Pengembangan koleksi merupakan proses
memastikan bahwa kebutuhan informasi dari para pemakai akan terpenuhi secara
tepat waktu dan tepat guna (efisien-efektif ) dengan memanfaatkan sumber-sumber
informasi yang dihimpun oleh perpustakaan. Sumber-sumber informasi tersebut
harus dikembanngkan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi perpustakaaan dan
masyarakat yang dilayani. Dalam hal ini kebijakan seleksi menjadi asfek utama
dalam pengembangan koleksi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa defenisi dari Pengadaan Bahan Pustaka ?
2.
Apa saja jenis dari Bahan Pustaka ?
3. Bagaimanakah Metode Dalam Pengadaan Bahan
Pustaka ?
4.
Apa saja Sumber-sumber Pengadaan dari bahan pustaka ?
C. Tujuan Makalah
1. Mengetahui apa itu Pengadaan Bahan Pustaka.
2. Mengetahui jenis dari Bahan Pustaka.
3. Mengetahui Metode Dalam Pengadaan Bahan
Pustaka
4. Mengetahui Sumber-sumber Pengadaan dari bahan pustaka
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengadaan Bahan Pustaka
Melalui Sumber Tertentu.
1.
Pengertian Pengadaan Bahan pustaka
Pengadaan bahan-bahan pustaka adalah
mengusahakan bahan-bahan pustaka yang belum dimiliki perpustakaan sekolah, dan
menambah bahan-bahan pustaka yang sudah dimiliki perpustakaan sekolah tetapi
jumlahnya masih terbilang sedikit atau kurang. Pengadaan bahan pustaka
merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan.
Pengadaan bahan pustaka adalah upaya
meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan pustaka. Upaya peningkatan kualitas
bahan pustaka dilakukan dengan mengadakan bahan pustaka yang belum dimiliki
atau yang terbaru sesuai dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi,
Sebaliknya peningkatan kuantitas bahan pustaka adalah upaya peningkatan jumlah
bahan pustaka agar kebutuhan warga sekolah dapat dipenuhi.
2. Bahan Pustaka
a. Jenis-Jenis Bahan Pustaka
Jenis-jenis
bahan pustaka ditinjau dari bentuk fisiknya, yaitu:
· Bahan-bahan
pustaka berupa buku-buku, seperti buku tentang psikologi, buku Bahasa
Indonesia, buku-buku tentang ilmu pengetahuan sosial, buku-buku tentang agama, buku-buku
tentang ilmu pengetahuan alam.
· Bahan-bahan
pustaka bukan berupa buku, seperti surat kabar, majalah, peta, globe, piringan
hitam.
Bahan-bahan pustaka yang bukan berupa buku ini dapat dibagi
lagi menjadi dua kelompok, yaitu:
·
Bahan-bahan tertulis, seperti surat
kabar, majalah, brosur, laporan,
karangan-karangan,
kliping.
·
Bahan-bahan berupa alat pengajaran,
seperti piringan hitam, radio,
tape
recorder, filmslide, projektor, filmstrip projektor, E-book, E-journal.
Jenis-jenis bahan pustaka ditinjau dari isinya, yaitu:
·
Bahan-bahan pustaka yang isinya
fiksi atau disebut buku-buku fiksi, seperti buku
cerita
anak-anak, cerpen, novel, novelet, roman, drama, puisi, pantun, syair.
·
Bahan-bahan pustaka yang isinya non
fiksi atau disebut buku-buku non fiksi,
seperti
buku referensi, kamus, biografi, ensiklopedi, majalah, dan surat kabar.
b. Karya
Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran
manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti:
a.
Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh
dan yang paling
utama terdapat dalam koleksi
perpustakaan. Berdasarkan standar UNESCO tebal buku paling sedikit 49 halaman
tidak termasuk kulit maupun jaket buku. Diantaranya buku fiksi, buku teks, dan
buku rujukan.
Beberapa jenis buku antara lain
sebagai berikut:
1. Buku teks (buku wajib), yang telah
digariskan oleh pemerintah. Contoh: Berbagai buku wajib yang dikeluarkan oleh
pemerintah yang digunakan di SD, SMP, SMA serta penunjang perkuliahan.
2. Buku Penunjang; buku pengayaan yang
telah mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah,
dan buku penunjang untuk kalangan mahasiswa tentang bidang tertentu.
3.
Buku fiksi serta buku bergambar yang
dapat mempengaruhi rasa ingin tahu dan dapat mengembangkan imajinasi anak
didik.
4. Buku popular (umum), merupakan buku
yang berisi ilmu pengetahuan secara umum dan popular.
5. Buku rujukan (referens) merupakan
buku yang menggambarkan isi yang tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat
informasi tertentu saja seperti arti kata. Buku rujukan(referens) tidak perlu
dibaca secara keseluruhan sehingga cara penyusunannya berbeda dengan susunan
buku.
b.
Terbitan berseri
Bahan pustaka yang direncanakan untuk diterbitkan terus
dengan jangka waktu terbit tertentu. Bahan pustaka yang termasuk terbitan
berseri adalah harian (surat kabar), majalah (mingguan, bulanan dan lainnya),
laporan yang terbit dalam jangka waktu tertentu, seperti laporan tahunan, tri
wulanan, dan sebagainya.
Karya
Noncetak
Karya noncetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan
tidak dalam bentuk cetak seperti buku atau majalah, melainkan dalam bentuk lain
seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya. Istilah
lain yang dipakai untuk bahan pustaka ini adalah bahan non buku, ataupun bahan
pandang dengar. Karya noncetak terdiri dari beberapa jenis, diantaraya adalah
sebagai adalah sebagai berikut :
a.
Rekaman suara
Yaitu bahan pustaka dalam bentuk pita kaset dan piringan
hitam. Sebagai contoh untuk koleksi perpustakaan adalah buku pelajaran bahasa
inggris yang dikombinasikan dengan pita kaset.
b.
Gambar hidup dan rekaman video
Gambar hidup dan rekaman suara terdiri dari film dan kaset
video. Kegunaannya selain bersifat rekreasi juga dipakai untuk pendidikan.
Misalnya untuk pendidikan pemakai, dalam hal ini bagaimana cara menggunakan
perpustakaan.
c.
Bahan Grafika
Ada dua tipe bahan grafika yaitu bahan pustaka yang dapat
dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan sebagainya)
dan yang harus dilihat dengan bantuan alat (misalnya slide, transparansi, dan
filmstrip).
d.
Bahan kartografi
Bahan kartografi terdiri dari peta, atlas, bola dunia, foto
udara, dan sebagainya.
Karya
Dalam Bentuk Elektronik
Dengan adanya teknologi informasi, maka informasi dapat
dituangkan ke dalam media elektronik seperti pita magnetis dan cakram atau
disc. Untuk membacanya diperlukan perangkat keras seperti komputer, CD-ROM
player, dan sebagainya.
Karya dalam bentuk elektronik ini biasanya disebut dengan
bahan pandang dengar (audio visual) juga merupakan koleksi perpustakaan. Bahan
pandang dengan memuat informasi yang dapat ditangkap secara bersamaan oleh
indra mata dan telinga. Oleh sebab itu bahan pandang dengar merupakan media
pembawa pesan yang sangat kuat untuk bisa ditangkap oleh manusia.
Contoh: video, kaset, piringan hitam, CD-ROM, VCD, slide,
dan film.
B. Metode
dalam pengadaan bahan pustaka
(1) Pembelian, untuk meringankan
biaya pembelian, kita bisa melakukan pembelian di bursa buku-buku bekas atau
menelusuri pameran-pameran buku karena pameran buku biasanya memberikan diskon
besar-besaran, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi
pengelola perpustakaan.
(2) Tukar-menukar, kita bisa
melakukan kerja sama dengan perpustakaan yang lain dengan tukar-menukar koleksi
dengan cara peminjaman jangka panjang. Sehingga pemustaka bisa
memanfaatkan koleksi dari perpustakaan yang lain.
(3) Hadiah, untuk mendapatkan buku
secara cuma-cuma/ hadiah, maka perpustakaan dan pustakawan harus pro aktif
bekerja sama dalam mencari unit kerja atau instansi atau LSM mana yang dapat
menghadiahkan buku-bukunya bagi keperluan perpustakaan. Pendekatan ini sangat
diperlukan, karena dengan adanya permohonan yang resmi dari pejabat
perpustakaan akan memudahkan proses pustakawan dalam memperoleh buku-buku yang
di perlukan perpustakaan secara cuma-cuma.
(4) Sumbangan, perpustakaan dan pustakawan
harus pro aktif mencari perpustakaan yang akan mengadakan penyiangan koleksi,
sehingga bisa membuat permohonan buku-buku hasil penyiangan tersebut bisa
disumbangkan dan dimanfaatkan oleh perpustakaan kita.
(5) Kerjasama, kita bisa mendapatkan
bahan pustaka dengan melakukan kerjasama, misalnya dengan penerbit dan penulis
dengan mendapatkan harga buku-buku yang serendah-rendahnya dengan
kualitas yang sama dengan buku yang bagus dan mahal.
(6) Terbitan Sendiri, metode
pengadaan koleksi yang terakhir adalah dengan memproduksi sendiri koleksi
perpustakaan. Contoh kongkrit dari metode pengadaan ini antara lain adalah
kliping atau karya tulis yang dihasilkan oleh pustakawan, siswa dan guru yang
kemudian dihimpun menjadi koleksi perpustakaan.
C. Sumber-sumber Pengadaan
SistemPengadaan Bahan Pustaka Dalam kegiatan pengadaan
bahan pustaka, perpustakaan terikat dan sekaligus dipandu oleh rambu-rambu yang
tertuang dalam kebijakan pengembangan koleksi. Koleksi mana yang menjadi
prioritas pengadaan sudah ditentukan dalam kebijakan pengembangan koleksi.
Dengan demikian arah pengembangan koleksi sudah jelas. Hal ini penting
dilaksanakan dengan tujuan untuk menghindari buku atau jenis lainnya yang
sebenarnya kurang bermanfaat bagi pengguna perpustakaan. Dalam Buku
Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:54), sistem pengadaan bahan pustaka di
lingkungan perpustakaan dilakukan melalui:
a.
Pembelian
Cara ini adalah salah satu upaya perpustakaan untuk meningkatkan
jumlah koleksi namun ini semua tergantung dari anggaran dana yang ada, dan
sangat mendukung maka mudah bagi tim seleksi untuk melakukan proses seleksi dan
pembelian buku-buku yang dirasa perlu.
Menurut (Depag: 2003:17) menyatakan bahwa bila perpustakaan
menginginkan koleksi tetap segar maka perlu kiranya ada penambahan jumlah jilid
setiap tahun tidak bolek kurang dari 5% dari jumlah jilid seluruh koleksi
perpustakaan.
Untuk itu cara pengadaan dengan pembelian merupakan suatu
alternatif bagi perpustakaan untuk menambah koleksi perpustakaan Pembelian bisa
dilakukan dengan cara :
1. Membeli langsung ke toko buku
Dengan membeli di toko buku kita bisa memperkirrakan dana
yang perlu dikeluarkan untuk membeli buku-buku yang kita inginkan, biasanya
cara-cara seperti ini dilakukan oleh perpustakaan perpustakaan yang memiliki
dana minim. Menurut (Yulia : 1994:44) menyatakan adapun kemudahan yang
diperoleh dengann cara pembelian ke toko buku adalah bahwa kita dapat melakukan
efisiensi atau penghematan biaya, waktu dan tenaga
2. Melalui Penerbit
Melakukan
pembelian dengan datang atau bekerjasama langsung dengan penerbit memang sangat
menguntungkan, karena perpustakaan benar-benar mendapatkan buku dengan harga
murah dari penerbit
3. Agen buku
Pembelian
dengan bekerjasama dengan agen buku yang disebut pula dengan jobber atau
vendor, jobber dan vendor ini adalah perantar antara penerbit dan pembeli yang
biasanya untuk pembelian ke luar negeri dan ini banyak dilakukan oleh
perpustakaan karena dengan bekerjasama dengan vendor semua kebutuhan akan
koleksi sangat mudah didapat
b.
Hadiah
Menurut (FKBA: 2001:35) Ada dua perolehan hadiah yaitu
hadiah atas usulan dan hadiah tanpa diminta, hadiah yang diminta sudah melalui
proses seleksi sehingga diharapkan sesuai dengan kebutuhan , sedangkan hadiah
tanpa diminta sering tidak cocok dengan tujuan perpustakaan penerima sehingga
perlu diseleksi lebih jauh untuk dijadikan koleksi perpustakaan.
Pada perpustakaan kecil, kegiatan
pemberian dan penerimaan hadiah merupakan salah satu jenis pekerjaan di
perpustakaan. Unit hadiah atau sumbangan bertanggung jawab dalam menyeleksi
bahan pustaka yang akan diterima atau yang akan dibeli dengan dana sumbangan.
Koleksi bahan pustaka yang diperoleh dari sumbangan/hadiah sangat penting untuk
membangun koleksi perpustakaan. Kadang-kadang penawaran hadiah bahan pustaka
harus ditempatkan pada ruangan khusus, terpisah dari koleksi yang sudah ada.
Dalam buku Perpustakaan Perguruan
Tinggi (2004:55), Cara-cara permintaan dan pemberian hadiah dapat dilakukan
dengan 2 cara:
1.Hadiah Atas Permintaan
Prosedur perolehan hadiah atas
permintaan yaitu:
1.
Meyusun daftar bahan perpustakaan
yang diperlukan.
2.
Mengirimkan surat permohonan bahan
perpustakaan hadiah dan setelah bahan perpustakaan lain diterima.
3.
Memeriksa dan mencocokan daftar
kiriman bahan perpustakaan hadiah dengan surat
pengantarnya.
4.
Mengirimkan kembali surat pengantar
disertai ucapan terima kasih.
5.
Mengolah bahan perpustakan hadiah
yang diterima seperti pengolahan bahan perpustakaan biasa.
2.Hadiah Tidak Atas Permintaan
Prosedur perolehan hadiah tidak atas
permintaan yaitu:
1.
Meneliti kiriman bahan perpustakaan
hadiah dan mencocokannya dengan surat
pengantarnya.
2.
Memilih bahan perpustakaan hadiah
yang dibutuhkan.
3.
Menyisihkan bahan perpustakaan
hadiah yang tidak diperlukan
c. Tukar Menukar
Kegiatan tukar menukar koleksi umumnya dilakukan dengan
saling mengirimkan terbitan antar perpustakaan, namun dapat juga dilakukan
perpustakaan yang memiliki koleksi yang dianggap jumlah exemplarnya berlebih
pada setiap judulnya. Unit yang biasanya melakukan proses tukar menukar yakni
adalah unit pengadaan, menurut (yulia:1994:55) Unit ini juga biasanya ikut
serta dalam pemilihan bahan pustaka yang diharapkan dapat diterima dengan
melalui pertukaran, melakukan penelusaran bibliografi yang perlu untuk
menemukan bahan-bahan pertukaran serta merencanakan dan menorganisasikan
pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan tukar menukar.
Pengelolaan pertukaran bahan pustaka di
sebagian besar perpustakaan harus dimulai dari keperluan lembaga dari pada
keinginan untuk mendukung distribusi bahan-bahan ilmiah. Pertukaran biasanya dibuat secara langsung diantara lembaga-lembaga,
tetapi pertukaran yang bersifat internasional mungkin dilakukan secara tidak
langsung melalui pusat-pusat pertukaran nasional. Tanggung jawab untuk
pertukaran bahan pustaka biasanya dilimpahkan pada bagian pengadaan.Dalam buku
Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:55) perpustakaan yang melakukan pertukaran
bahan pustaka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Mendaftar bahan
perpustakaan yang akan dipertukarkan.
2.
Mengirimkan daftar penawaran
disertai persyaratannya, misalnya biaya pengiriman, dan biaya pengambilan.
3.
Menerima kembali daftar
penawaran yang sudah dipilih pemesan.
4.
Mencatat alamat
pemesan.
5.
Menyampaikan bahwa
perpustakaan yang dipilih oleh perpustakaan atau lembaga yang memesannya.
Universitas Sumatera Utara
Dalam Pernik Pustakawan (2009), cara untuk memperoleh bahan pustaka dengan
tukar menukar:
a. Perpustakan dengan bahan pustaka/buku lebih (duplikat) yang sudah tidak
diperlukan membuat daftar buku tersebut secara alfabetis ataupun klas untuk
ditawarkan.
b. Perpustakaan mengirimkan penawaran kepada perpustakaan lain yang
c. diperkirakan memiliki koleksi sesuai dengan bahan pustaka yang
ditawarkan.
d. Perpustakaan yang menerima tawaran tersebut, memilih bahan yang sesuai,
selanjutnya memilih buku penukar yang sesuai bobotnya serta menyusun daftar
bahan pustaka yang akan ditawarkan sebagai bahan penukar.
Kemudian perpustakaan yang telah menerima
tanggapan atas penawarannya melakukan penilaian keseimbangan bahan pertukaran
tentang subyek dan bobotnya. Tujuan pertukarannya adalah untuk memperoleh
buku-buku tertentu yang tidak dapat dibeli di toko buku ataupun tidak tersedia
karena alasan lain. Sistem pertukaran memberi jalan bagi perpustakaan untuk
membuang buku-buku duplikat dan hadiah yang tidak sesuai
d.
Wakaf
Pengadaan ini biasanya dilakukan oleh perpustakaan pondok
pesantren, maupun perpustakaan perguruan tinggi yang basicnya adalah agama,
model-nya adalah apabila pemimpin atau kyai memiliki buku koleksi pribadinya
banyak maka alternatif yang dilakukan agar buku koleksi pribadinya tidak
menumpuk di ruang kerja/rumah yakni dengan mewakafkan koleksi bukunya kepada
perpustakaan-perpustakaan.
Banyaknya buku-buku agama (bahkan sudah tidak terbit lagi )
yang dimiliki oleh para pendukung pesantren dan para ulama akan memiliki nilai
kemanfaatan yang tinggi apabila diwakafkan kepada perpustakaan, di perpustakaan
buku itu akan banyak dibaca orang dan pemiliknya masih bisa meminjam buku
tersebut. ( Depag : 2003: 18)
e. Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Penerbitan Sendiri
Dalam Buku Pedoman Pembinaan Koleksi
Perpustakaan Perguruan Tinggi (1982:19), penerbitan sendiri mencakup:
1. 1.Penerbitan dari lembaga induk tempat perpustakaan berada:
-
Perpustakaan hendaknya
dijadikan pusat penyimpanan (depository) semua penerbitan lembaga itu.
-
Perpustakaan dapat
ditunjuk sebagai penyalurdari semua penerbitan lembaga yang bersangkutan.
2. 2.Penerbitan oleh perpustakaan sendiri seperti daftar tambahan koleksi
bulletin, manual bibliografi, dan lain-lain.
Penambahan koleksi
perpustakaan melalui penerbitan sendiri dapat dilakukan perpustakaan dengan
cara menerbitkan terbitan berseri (bulletin), pamphlet, jurnal, indeks, ataupun
bibliografi perpustakaan. Dengan adanya penerbitan sendiri pada suatu
perpustakaan, maka akan dapat menambah jumlah koleksi perpustakaannya.
f.
Pengadaan Bahan Pustaka Melalui
Titipan
Langkah-langkah penerimaan bahan
pustaka dengan cara titipan menurut
Soetminah (1992: 74), adalah sebagai berikut:
1.
Pustaka beserta daftarnya diterima,
kemudian dicocokkan dan apabila
sudah cocok, pustaka dapat langsung
diinventaris dan diproses sampai
dapat dipinjamkan.
2.
Perpustakaan dan penitip
menandatangani surat serah terima yang
dilengkapi dengan keterangan,
seperti:
a.
Pustaka sesuai dengan daftar
terlampir dititipkan pada perpustakaan
selama jangka waktu .....x......tahun.
b.
Pustaka boleh dipinjamkan kepada
masyarakat pemakai, maka boleh diperlakukan sama dengan koleksi yang lain.
c.
Perpustakaan akan memelihara dan
merawat pustaka sebaik-baiknya seperti koleksi yang sama.
d.
Apabila ada pustaka rusak,
perpustakaan akan memperbaiki. Tetapi apabila hilang, perpustakaan tidak
menggantinya.
e.
Setelah ketentuan itu disepakati
bersama, maka kedua belah pihak menandatanganinya dan masing-masing menyimpan 1
dokumen serah terima.
Suatu perpustakaan dapat juga
menambah jumlah koleksinya dengan cara menerima titipan dari lembaga ataupun
perorangan. Dalam hal penitipan bahan pustaka, harus ada kesepakatan antara
pihak yang menitip dengan pihak perpustakaan. Bahan pustaka yang dititip
hendaknya harus sesuai dengan kubutuhan pengguna perpustakaan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cara pengadaan bahan pustaka dapat dilakukan dengan membeli,
hadiah, hibah, menyewa dari perpustakaan sekolah lain, dan sebagainya. Namun
semua harus berkaitan erat dengan anggaran, karena tidak selamanya pengadaan
bahan pustaka diperoleh melalui jalan bantuan dari pihak tertentu.
Pengadaan bahan pustaka adalah sesuatu yang penting di dalam
sistem perpustakaan, karena mampu menunjang serta memperbarui bahan pustaka
yang sudah tidak terguanakan ataupun rusak. Pengadaan pustaka haruslah seimbang
dengan update perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah
.
B. SARAN
Pelayanan pengadaan bahan perpustakaan lebih ditingkatkan
lagi baik itu buku-buku koleksi dan buku penunjang lainnya agar informasi yang
ada di perpustakaan sekolah lebih dapat berkembang bagi siswa-siswi warga
sekolah. Dengan adanya bahan pustaka yang memadai siswa dapat belajar dan
mencari informasi yang diinginkan. Bahan pustaka yang dapat menunjang kegiatan
belajar siswa adalah bahan pustaka yang secara terus-menerus ditingkatkan
kualitas dan kuantitasnya. Oleh karena itu pengadaan bahan pustaka perlu terus
dibenahi dan dikembangkan pengadaannya di dalam lingkungan perpustakaan
sekolah.
Daftar
Pustaka
Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja
Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Grasindo
Hamakonda,
Towa. 2008.Pengantar Klasifikasi Perpsepuluhan Deway. Jakarta : Gunung
Mulia
http://pengadaan bahan perpustakaan.com
www: //pengadaan dan pengelolaan bahan bahan
pustaka.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar