Selasa, 20 Oktober 2015

pengadaan bahan pustaka melalui sumber tertentu

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB  I: PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang Masalah................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah......................................................................................... 2
C.     Tujuan Makalah............................................................................................. 3

BAB  II: PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.    Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Sumber Tertentu................................... 3
1.      Pengertian Pengadaan Bahan Perpustakaan........................................... 3
2.      Bahan Pustaka......................................................................................... 3
B.     Metode Dalam Pengadaan Bahan Pustaka................................................... 6
C.     Sumber-sumber Pengadaan........................................................................... 6
BAB III: PENUTUP................................................................................................ 9
A.    KESIMPULAN............................................................................................ 9
B.     SARAN........................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10










KATA PENGANTAR

       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Sumber Tertentu. Sebagai Bahan yang Berguna untuk menambah wawasan keilmuan, meskipun banyak kekurangan didalamnya.                           
       penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.


            Medan, 8 Oktober 2015



                                                                                                               Penyusun
                                                                                                               






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin meningkat, kebutuhan pengguna akan informasi juga semakin meningkat pula, Teknologi Informasi sekarang telah menguasai masyarakat, yang dulu hanya mengandalkan buku-buku bacaan sekarang telah berkembang, para pencari informasi tidak hanya duduk dengan membaca beberapa buku namun hanya dengan bemodalkan teknologi laptop seseorang bisa menulusuri jagad raya dengan berbagai macam media yang telah dikemas dengan dalih perkembangan jaman teknologi informasi semua mudah dan gampang di akses. Sekarang di dunia maya ( intenet ) dari informasi terkecil sampai terbesarpun bisa kita cari, dulu buku hanya di cetak di penerbit-penerbit sekarang telah banyak buku-buku di desain, di upload di internet jadilah yang namanya e-book.
Perkembangan itu seharusnya menjadi acuan para pustakawan yang berkecipung di dunia perpustakaan untuk disikapi dengan sikap yang positif, jangan kita mundur untuk selalu memajukan perpustakaan, jadikan perpustakaan itu menjadi tempat basisnya informasi yang mudah dan gampang dicari oleh pengguna, untuk itu perlu disiasati agar perpustakaan tidak ditinggalkan pengguna yakni dimulai dengan suatu pengembangan/pengadaan koleksi yang benar-benar update.
Perpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang di pergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa serta sebagai tempat informasi jasa lain. Perpustakaan juga merupakan akar berpijak sekarang untuk kemudian melangkah ke masa depan
( Sutarno N. S, 2003:1 ).
Pengembangan koleksi merupakan proses memastikan bahwa kebutuhan informasi dari para pemakai akan terpenuhi secara tepat waktu dan tepat guna (efisien-efektif ) dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang dihimpun oleh perpustakaan. Sumber-sumber informasi tersebut harus dikembanngkan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi perpustakaaan dan masyarakat yang dilayani. Dalam hal ini kebijakan seleksi menjadi asfek utama dalam pengembangan koleksi.



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa defenisi dari Pengadaan Bahan Pustaka ?
2.      Apa saja jenis dari Bahan Pustaka ?
3.      Bagaimanakah Metode Dalam Pengadaan Bahan Pustaka ?
4.      Apa saja Sumber-sumber Pengadaan dari bahan pustaka ?

C.     Tujuan Makalah
1.      Mengetahui apa itu Pengadaan Bahan Pustaka.
2.      Mengetahui jenis dari Bahan Pustaka.
3.      Mengetahui Metode Dalam Pengadaan Bahan Pustaka
4.      Mengetahui  Sumber-sumber Pengadaan dari bahan pustaka



















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Sumber Tertentu.
1.         Pengertian Pengadaan Bahan pustaka
Pengadaan bahan-bahan pustaka adalah mengusahakan bahan-bahan pustaka yang belum dimiliki perpustakaan sekolah, dan menambah bahan-bahan pustaka yang sudah dimiliki perpustakaan sekolah tetapi jumlahnya masih terbilang sedikit atau kurang. Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan.
Pengadaan bahan pustaka adalah upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan pustaka. Upaya peningkatan kualitas bahan pustaka dilakukan dengan mengadakan bahan pustaka yang belum dimiliki atau yang terbaru sesuai dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi, Sebaliknya peningkatan kuantitas bahan pustaka adalah upaya peningkatan jumlah bahan pustaka agar kebutuhan warga sekolah dapat dipenuhi.

2.      Bahan Pustaka
a.    Jenis-Jenis Bahan Pustaka
Jenis-jenis bahan pustaka ditinjau dari bentuk fisiknya, yaitu:
·      Bahan-bahan pustaka berupa buku-buku, seperti buku tentang psikologi, buku Bahasa Indonesia, buku-buku tentang ilmu pengetahuan sosial, buku-buku tentang agama, buku-buku tentang ilmu pengetahuan alam.
·      Bahan-bahan pustaka bukan berupa buku, seperti surat kabar, majalah, peta, globe, piringan hitam.
Bahan-bahan pustaka yang bukan berupa buku ini dapat dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu:
·         Bahan-bahan tertulis, seperti surat kabar, majalah, brosur, laporan,  
karangan-karangan, kliping.
·         Bahan-bahan berupa alat pengajaran, seperti piringan hitam, radio,
tape recorder, filmslide, projektor, filmstrip projektor, E-book, E-journal.

Jenis-jenis bahan pustaka ditinjau dari isinya, yaitu:
·   Bahan-bahan pustaka yang isinya fiksi atau disebut buku-buku fiksi, seperti buku
cerita anak-anak, cerpen, novel, novelet, roman, drama, puisi, pantun, syair.
·   Bahan-bahan pustaka yang isinya non fiksi atau disebut buku-buku non fiksi,
seperti buku referensi, kamus, biografi, ensiklopedi, majalah, dan surat kabar.


b.      Karya Cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti:
a. Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling
utama terdapat dalam koleksi perpustakaan. Berdasarkan standar UNESCO tebal buku paling sedikit 49 halaman tidak termasuk kulit maupun jaket buku. Diantaranya buku fiksi, buku teks, dan buku rujukan.
Beberapa jenis buku antara lain sebagai berikut:
1.  Buku teks (buku wajib), yang telah digariskan oleh pemerintah. Contoh: Berbagai buku wajib yang dikeluarkan oleh pemerintah yang digunakan di SD, SMP, SMA serta penunjang perkuliahan.
2.   Buku Penunjang; buku pengayaan yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah, dan buku penunjang untuk kalangan mahasiswa tentang bidang tertentu.
3.  Buku fiksi serta buku bergambar yang dapat mempengaruhi rasa ingin tahu dan dapat mengembangkan imajinasi anak didik.
4.   Buku popular (umum), merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan secara umum dan popular.
5.   Buku rujukan (referens) merupakan buku yang menggambarkan isi yang tidak mendalam dan kadang-kadang hanya memuat informasi tertentu saja seperti arti kata. Buku rujukan(referens) tidak perlu dibaca secara keseluruhan sehingga cara penyusunannya berbeda dengan susunan buku.



b.      Terbitan berseri
Bahan pustaka yang direncanakan untuk diterbitkan terus dengan jangka waktu terbit tertentu. Bahan pustaka yang termasuk terbitan berseri adalah harian (surat kabar), majalah (mingguan, bulanan dan lainnya), laporan yang terbit dalam jangka waktu tertentu, seperti laporan tahunan, tri wulanan, dan sebagainya.
Karya Noncetak
Karya noncetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan tidak dalam bentuk cetak seperti buku atau majalah, melainkan dalam bentuk lain seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya. Istilah lain yang dipakai untuk bahan pustaka ini adalah bahan non buku, ataupun bahan pandang dengar. Karya noncetak terdiri dari beberapa jenis, diantaraya adalah sebagai adalah sebagai berikut :
a. Rekaman suara
Yaitu bahan pustaka dalam bentuk pita kaset dan piringan hitam. Sebagai contoh untuk koleksi perpustakaan adalah buku pelajaran bahasa inggris yang dikombinasikan dengan pita kaset.
b. Gambar hidup dan rekaman video
Gambar hidup dan rekaman suara terdiri dari film dan kaset video. Kegunaannya selain bersifat rekreasi juga dipakai untuk pendidikan. Misalnya untuk pendidikan pemakai, dalam hal ini bagaimana cara menggunakan perpustakaan.
c. Bahan Grafika
Ada dua tipe bahan grafika yaitu bahan pustaka yang dapat dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan sebagainya) dan yang harus dilihat dengan bantuan alat (misalnya slide, transparansi, dan filmstrip).
d. Bahan kartografi
Bahan kartografi terdiri dari peta, atlas, bola dunia, foto udara, dan sebagainya.
Karya Dalam Bentuk Elektronik
Dengan adanya teknologi informasi, maka informasi dapat dituangkan ke dalam media elektronik seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Untuk membacanya diperlukan perangkat keras seperti komputer, CD-ROM player, dan sebagainya.
Karya dalam bentuk elektronik ini biasanya disebut dengan bahan pandang dengar (audio visual) juga merupakan koleksi perpustakaan. Bahan pandang dengan memuat informasi yang dapat ditangkap secara bersamaan oleh indra mata dan telinga. Oleh sebab itu bahan pandang dengar merupakan media pembawa pesan yang sangat kuat untuk bisa ditangkap oleh manusia.
Contoh: video, kaset, piringan hitam, CD-ROM, VCD, slide, dan film.

B.     Metode dalam pengadaan bahan pustaka
 (1) Pembelian, untuk meringankan biaya pembelian, kita bisa melakukan pembelian di bursa buku-buku bekas atau menelusuri pameran-pameran buku karena pameran buku biasanya memberikan diskon besar-besaran, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengelola perpustakaan. 
(2) Tukar-menukar, kita bisa melakukan kerja sama dengan perpustakaan yang lain dengan tukar-menukar koleksi dengan cara peminjaman jangka panjang. Sehingga  pemustaka bisa memanfaatkan koleksi dari perpustakaan yang lain.
(3) Hadiah, untuk mendapatkan buku secara cuma-cuma/ hadiah, maka perpustakaan dan pustakawan harus pro aktif bekerja sama dalam mencari unit kerja atau instansi atau LSM mana yang dapat menghadiahkan buku-bukunya bagi keperluan perpustakaan. Pendekatan ini sangat diperlukan, karena dengan adanya permohonan yang resmi dari pejabat perpustakaan akan memudahkan proses pustakawan dalam memperoleh buku-buku yang di perlukan perpustakaan secara cuma-cuma.
(4) Sumbangan, perpustakaan dan pustakawan harus pro aktif mencari perpustakaan yang akan mengadakan penyiangan koleksi, sehingga bisa membuat permohonan buku-buku hasil penyiangan tersebut bisa disumbangkan dan dimanfaatkan oleh perpustakaan kita.
(5) Kerjasama, kita bisa mendapatkan bahan pustaka dengan melakukan kerjasama, misalnya dengan penerbit dan penulis dengan  mendapatkan harga buku-buku yang serendah-rendahnya dengan kualitas yang sama dengan buku yang bagus dan mahal.
 (6) Terbitan Sendiri, metode pengadaan koleksi yang terakhir adalah dengan memproduksi sendiri koleksi perpustakaan. Contoh kongkrit dari metode pengadaan ini antara lain adalah kliping atau karya tulis yang dihasilkan oleh pustakawan, siswa dan guru yang kemudian dihimpun menjadi koleksi perpustakaan.

C.    Sumber-sumber Pengadaan
SistemPengadaan Bahan Pustaka Dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka, perpustakaan terikat dan sekaligus dipandu oleh rambu-rambu yang tertuang dalam kebijakan pengembangan koleksi. Koleksi mana yang menjadi prioritas pengadaan sudah ditentukan dalam kebijakan pengembangan koleksi. Dengan demikian arah pengembangan koleksi sudah jelas. Hal ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menghindari buku atau jenis lainnya yang sebenarnya kurang bermanfaat bagi pengguna perpustakaan. Dalam Buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:54), sistem pengadaan bahan pustaka di lingkungan perpustakaan dilakukan melalui:
a. Pembelian
Cara ini adalah salah satu upaya perpustakaan untuk meningkatkan jumlah koleksi namun ini semua tergantung dari anggaran dana yang ada, dan sangat mendukung maka mudah bagi tim seleksi untuk melakukan proses seleksi dan pembelian buku-buku yang dirasa perlu.
Menurut (Depag: 2003:17) menyatakan bahwa bila perpustakaan menginginkan koleksi tetap segar maka perlu kiranya ada penambahan jumlah jilid setiap tahun tidak bolek kurang dari 5% dari jumlah jilid seluruh koleksi perpustakaan.
Untuk itu cara pengadaan dengan pembelian merupakan suatu alternatif bagi perpustakaan untuk menambah koleksi perpustakaan Pembelian bisa dilakukan dengan cara :
1.      Membeli langsung ke toko buku
Dengan membeli di toko buku kita bisa memperkirrakan dana yang perlu dikeluarkan untuk membeli buku-buku yang kita inginkan, biasanya cara-cara seperti ini dilakukan oleh perpustakaan perpustakaan yang memiliki dana minim. Menurut (Yulia : 1994:44) menyatakan adapun kemudahan yang diperoleh dengann cara pembelian ke toko buku adalah bahwa kita dapat melakukan efisiensi atau penghematan biaya, waktu dan tenaga
2.      Melalui Penerbit
Melakukan pembelian dengan datang atau bekerjasama langsung dengan penerbit memang sangat menguntungkan, karena perpustakaan benar-benar mendapatkan buku dengan harga murah dari penerbit
3.      Agen buku
Pembelian dengan bekerjasama dengan agen buku yang disebut pula dengan jobber atau vendor, jobber dan vendor ini adalah perantar antara penerbit dan pembeli yang biasanya untuk pembelian ke luar negeri dan ini banyak dilakukan oleh perpustakaan karena dengan bekerjasama dengan vendor semua kebutuhan akan koleksi sangat mudah didapat
b. Hadiah
Menurut (FKBA: 2001:35) Ada dua perolehan hadiah yaitu hadiah atas usulan dan hadiah tanpa diminta, hadiah yang diminta sudah melalui proses seleksi sehingga diharapkan sesuai dengan kebutuhan , sedangkan hadiah tanpa diminta sering tidak cocok dengan tujuan perpustakaan penerima sehingga perlu diseleksi lebih jauh untuk dijadikan koleksi perpustakaan.
Pada perpustakaan kecil, kegiatan pemberian dan penerimaan hadiah merupakan salah satu jenis pekerjaan di perpustakaan. Unit hadiah atau sumbangan bertanggung jawab dalam menyeleksi bahan pustaka yang akan diterima atau yang akan dibeli dengan dana sumbangan. Koleksi bahan pustaka yang diperoleh dari sumbangan/hadiah sangat penting untuk membangun koleksi perpustakaan. Kadang-kadang penawaran hadiah bahan pustaka harus ditempatkan pada ruangan khusus, terpisah dari koleksi yang sudah ada.
Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:55), Cara-cara permintaan dan pemberian hadiah dapat dilakukan dengan 2 cara:
1.Hadiah Atas Permintaan
Prosedur perolehan hadiah atas permintaan yaitu:
1.      Meyusun daftar bahan perpustakaan yang diperlukan.
2.      Mengirimkan surat permohonan bahan perpustakaan hadiah dan setelah bahan perpustakaan lain diterima.
3.      Memeriksa dan mencocokan daftar kiriman bahan perpustakaan hadiah dengan surat
pengantarnya.
4.      Mengirimkan kembali surat pengantar disertai ucapan terima kasih.
5.      Mengolah bahan perpustakan hadiah yang diterima seperti pengolahan bahan perpustakaan biasa.
2.Hadiah Tidak Atas Permintaan
Prosedur perolehan hadiah tidak atas permintaan yaitu:
1.      Meneliti kiriman bahan perpustakaan hadiah dan mencocokannya dengan surat
pengantarnya.
2.      Memilih bahan perpustakaan hadiah yang dibutuhkan.
3.      Menyisihkan bahan perpustakaan hadiah yang tidak diperlukan

c. Tukar Menukar
Kegiatan tukar menukar koleksi umumnya dilakukan dengan saling mengirimkan terbitan antar perpustakaan, namun dapat juga dilakukan perpustakaan yang memiliki koleksi yang dianggap jumlah exemplarnya berlebih pada setiap judulnya. Unit yang biasanya melakukan proses tukar menukar yakni adalah unit pengadaan, menurut (yulia:1994:55) Unit ini juga biasanya ikut serta dalam pemilihan bahan pustaka yang diharapkan dapat diterima dengan melalui pertukaran, melakukan penelusaran bibliografi yang perlu untuk menemukan bahan-bahan pertukaran serta merencanakan dan menorganisasikan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan tukar menukar.
Pengelolaan pertukaran bahan pustaka di sebagian besar perpustakaan harus dimulai dari keperluan lembaga dari pada keinginan untuk mendukung distribusi bahan-bahan ilmiah. Pertukaran biasanya dibuat secara langsung diantara lembaga-lembaga, tetapi pertukaran yang bersifat internasional mungkin dilakukan secara tidak langsung melalui pusat-pusat pertukaran nasional. Tanggung jawab untuk pertukaran bahan pustaka biasanya dilimpahkan pada bagian pengadaan.Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:55) perpustakaan yang melakukan pertukaran bahan pustaka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Mendaftar bahan perpustakaan yang akan dipertukarkan.
2.      Mengirimkan daftar penawaran disertai persyaratannya, misalnya biaya pengiriman, dan biaya pengambilan.
3.      Menerima kembali daftar penawaran yang sudah dipilih pemesan.
4.      Mencatat alamat pemesan.
5.      Menyampaikan bahwa perpustakaan yang dipilih oleh perpustakaan atau lembaga yang memesannya.
 Universitas Sumatera Utara Dalam Pernik Pustakawan (2009), cara untuk memperoleh bahan pustaka dengan tukar menukar:
a.       Perpustakan dengan bahan pustaka/buku lebih (duplikat) yang sudah tidak diperlukan membuat daftar buku tersebut secara alfabetis ataupun klas untuk ditawarkan.
b.      Perpustakaan mengirimkan penawaran kepada perpustakaan lain yang
c.       diperkirakan memiliki koleksi sesuai dengan bahan pustaka yang ditawarkan.
d.      Perpustakaan yang menerima tawaran tersebut, memilih bahan yang sesuai, selanjutnya memilih buku penukar yang sesuai bobotnya serta menyusun daftar bahan pustaka yang akan ditawarkan sebagai bahan penukar.
 Kemudian perpustakaan yang telah menerima tanggapan atas penawarannya melakukan penilaian keseimbangan bahan pertukaran tentang subyek dan bobotnya. Tujuan pertukarannya adalah untuk memperoleh buku-buku tertentu yang tidak dapat dibeli di toko buku ataupun tidak tersedia karena alasan lain. Sistem pertukaran memberi jalan bagi perpustakaan untuk membuang buku-buku duplikat dan hadiah yang tidak sesuai

d. Wakaf
Pengadaan ini biasanya dilakukan oleh perpustakaan pondok pesantren, maupun perpustakaan perguruan tinggi yang basicnya adalah agama, model-nya adalah apabila pemimpin atau kyai memiliki buku koleksi pribadinya banyak maka alternatif yang dilakukan agar buku koleksi pribadinya tidak menumpuk di ruang kerja/rumah yakni dengan mewakafkan koleksi bukunya kepada perpustakaan-perpustakaan.
Banyaknya buku-buku agama (bahkan sudah tidak terbit lagi ) yang dimiliki oleh para pendukung pesantren dan para ulama akan memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi apabila diwakafkan kepada perpustakaan, di perpustakaan buku itu akan banyak dibaca orang dan pemiliknya masih bisa meminjam buku tersebut. ( Depag : 2003: 18)

e.       Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Penerbitan Sendiri
 Dalam Buku Pedoman Pembinaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (1982:19), penerbitan sendiri mencakup:
1.      1.Penerbitan dari lembaga induk tempat perpustakaan berada:
-          Perpustakaan hendaknya dijadikan pusat penyimpanan (depository) semua penerbitan lembaga itu.
-          Perpustakaan dapat ditunjuk sebagai penyalurdari semua penerbitan lembaga yang bersangkutan.
2.      2.Penerbitan oleh perpustakaan sendiri seperti daftar tambahan koleksi bulletin, manual bibliografi, dan lain-lain.
Penambahan koleksi perpustakaan melalui penerbitan sendiri dapat dilakukan perpustakaan dengan cara menerbitkan terbitan berseri (bulletin), pamphlet, jurnal, indeks, ataupun bibliografi perpustakaan. Dengan adanya penerbitan sendiri pada suatu perpustakaan, maka akan dapat menambah jumlah koleksi perpustakaannya.


f.    Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Titipan
Langkah-langkah penerimaan bahan pustaka dengan cara titipan menurut
Soetminah (1992: 74), adalah sebagai berikut:
1.      Pustaka beserta daftarnya diterima, kemudian dicocokkan dan apabila
sudah cocok, pustaka dapat langsung diinventaris dan diproses sampai
dapat dipinjamkan.
2.      Perpustakaan dan penitip menandatangani surat serah terima yang
dilengkapi dengan keterangan, seperti:
a.    Pustaka sesuai dengan daftar terlampir dititipkan pada perpustakaan
selama jangka waktu .....x......tahun.
b.   Pustaka boleh dipinjamkan kepada masyarakat pemakai, maka boleh diperlakukan sama dengan koleksi yang lain.
c.       Perpustakaan akan memelihara dan merawat pustaka sebaik-baiknya seperti koleksi yang sama.
d.      Apabila ada pustaka rusak, perpustakaan akan memperbaiki. Tetapi apabila hilang, perpustakaan tidak menggantinya.
e.       Setelah ketentuan itu disepakati bersama, maka kedua belah pihak menandatanganinya dan masing-masing menyimpan 1 dokumen serah terima.
Suatu perpustakaan dapat juga menambah jumlah koleksinya dengan cara menerima titipan dari lembaga ataupun perorangan. Dalam hal penitipan bahan pustaka, harus ada kesepakatan antara pihak yang menitip dengan pihak perpustakaan. Bahan pustaka yang dititip hendaknya harus sesuai dengan kubutuhan pengguna perpustakaan



















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Cara pengadaan bahan pustaka dapat dilakukan dengan membeli, hadiah, hibah, menyewa dari perpustakaan sekolah lain, dan sebagainya. Namun semua harus berkaitan erat dengan anggaran, karena tidak selamanya pengadaan bahan pustaka diperoleh melalui jalan bantuan dari pihak tertentu.
Pengadaan bahan pustaka adalah sesuatu yang penting di dalam sistem perpustakaan, karena mampu menunjang serta memperbarui bahan pustaka yang sudah tidak terguanakan ataupun rusak. Pengadaan pustaka haruslah seimbang dengan update perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah

.
B.     SARAN
Pelayanan pengadaan bahan perpustakaan lebih ditingkatkan lagi baik itu buku-buku koleksi dan buku penunjang lainnya agar informasi yang ada di perpustakaan sekolah lebih dapat berkembang bagi siswa-siswi warga sekolah. Dengan adanya bahan pustaka yang memadai siswa dapat belajar dan mencari informasi yang diinginkan. Bahan pustaka yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa adalah bahan pustaka yang secara terus-menerus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Oleh karena itu pengadaan bahan pustaka perlu terus dibenahi dan dikembangkan pengadaannya di dalam lingkungan perpustakaan sekolah.










Daftar Pustaka

Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Grasindo
 Hamakonda, Towa. 2008.Pengantar Klasifikasi Perpsepuluhan Deway. Jakarta : Gunung Mulia
http://pengadaan bahan perpustakaan.com

www: //pengadaan dan pengelolaan bahan bahan pustaka.com